Postingan

Ismail dan Kalimat Pertama

Gambar
Ismail (5 th 7 bln), ga pernah diajar secara khusus untuk calistung. Untuk umumnya anak indonesia seusianya (di ibu kota), ismail mah jauh tertinggal. Secara anak-anak ibu kota mah udh mule diajar baca usia 3 tahunan hehe. Kalau calistung, ismail rencana akan mulai difokuskan saat usianya 6 tahun lebih.  Selama ini cukup stimulus dia degan aktivitas membaca buku degan kami yang dewasa ini. Sering juga sih dicoba-coba ke ismail mengenal per suku kata, intinya dia sudah bisa, tapi kalau mulai disambung per kata, ismail tampak mulai jenuh. Jadi mending ga diteruskan. Trus siang ini selepas selesai tugas negara (strika), ismail nunjukin tulisan ini ke saya sambil peluk saya dengan manja. Awalnya saya ga mudeng. Trus dia jelasin kalau di situ dia tulis "i  heart emotikon  mami". Ahaha...oya benar. Walau ga ada kata "I" nya, dan suku katanya kebolak balik, tapi ko ya saya berasa terbang ke langit ke tujuh, krn menyadari kalimat pertama yang dia tulis atas keingina...

Relatif itu...

Gambar
Belakangan ini, entah kenapa,  saya jadi demen banget liat foto-foto lama duo bocil. Mungkin ini karena efek handphone saya yang selama ini merangkap kamera andalan itu sudah RIP beberapa pekan terakhir. Hubungannya? Ya, situasi ini membuat saya malah punya banyak kesempatan liat foto-foto lama di berbagai penyimpanan (memory card, medsos, hingga folder2 yang tersebar di PC), ketibang melihat foto-foto terbaru. Saat melihat, saya jadi tertakjub-takjub sendiri dibuatnya.  Foto-foto bocils beberapa bulan lalu tampak sangat beda sekali dengan sosok mereka sekarang. Maklum, anak usia mereka kan memang masa pertumbuhan, apa lagi untuk kasus Belkisa, sebulan saja perbedaannya jauh banget. Terus saya nemuin foto ini. Foto yang diambil suami saat berpapasan dengan kami ketika dia akan berangkat ke luar rumah. Sementara di sini saya baru mengantar pulang ismail dari sekolah di hari pertamanya. Kejadian ini terjadi lebih satu setengah tahun lalu. Pipi Ismail bersemu merah karena...

Imigrasi dulu dan sekarang.

Gambar
Lagi bersihin email lama, nemu curhatan saya ke teman-teman soal kinerja imigrasi, tujuh tahun lalu. Membacanya dan mengingatnya lagi, saya kembali es-mo-si jiwa dibuatnya :p Padahal kerugian yang saya dapatkan ga seberapa dibanding kerugian beberapa teman saya yang memiliki pengalaman tidak mengenakan saat mengurus admininistrasi sejenis. Tapi dengan membaca ini, saya jadi bisa membandingkan kinerja Imigrasi 7 tahun lalu dengan imigrasi saat ini. Dan tanpa ragu saya mengacungkan jempol untuk imigrasi yang berada di bawah kementrian hukum dan HAM ini yang telah berhasil banyak mengubah kinerja mereka. Kalau ditanya seberapa besar perubahan yang terjadi? jawabannya : banyak. Tapi kalau mau tau pasti, agak susah ngukurnya karena ga punya timbangan (huuuu jayusss). Pertengahan Januari tiga tahun yang lalu (2012), keluarga kecil kami berlibur ke jakarta setelah dua setengah tahun menetap di sarajevo. Memang misi utama kami hidup di sarajevo saat itu (setelah menikah) selain berkenalan den...

Cerita di Akhir Oktober (bagian 2)

Gambar
Di tengah segambreng tanggung jawab kami untuk mempersiapkan bekal kehidupan pada anak-anak, sering kali saya khawatir jika membayangkan bahwa batas usia kami tak sepanjang rencana-rencana kami. Ya, kalau sudah begini memang ilmu ikhlas lah yang harus diaplikasikan. Meyakini bahwa setiap yang saya miliki di dunia ini hanyalah titipan-Nya, selalu membuat saya merasa jauh lebih tenang. Meyakini bahwa doa, adalah sebaik-baiknya senjata juga membuat saya merasa jauh lebih kukuh. Selain itu, kami mencoba mempersiapkan mental anak-anak akan kejadian di luar rencana. Awalnya sulit membahasakan bahwa kehidupan ini fana dan tak abadi pada ismail. Sebab seumur hidupnya, belum ada satu momen kematian dari mahluk hidup di sekitarnya yang nyata dan dapat dijadikan pelajaran. Saat dia menginjak usia 4 tahun, kami mengajak ismail dan adiknya yang belum genap berumur 1 tahun untuk berziarah ke makam pahlawan di kalibata. Sebenarnya sih, kedatangan kami di sana lebih karena untuk melamp...

Cerita di Akhir Oktober

Gambar
Hampir empat bulan terakhir, blog ini ditelantarkan oleh pemiliknya. Padahal, mah , hal yang ingin dituangkan banyak amir. Antara awal juli (postingan terakhir) hingga oktober 2014 ini memang banyak momen 'spesial' yang telah terjadi. Baik skala nasional, internasional, maupun domestik rumah tangga. Dari pilpres yang penuh dengan drama, gaza yang memanas dan berdarah, RUU pemilihan langsung, pesta rakyat pelantikan presiden RI ke-7, DPR tandingan, hingga momen  kepindahan kami ke pinggiran ibu kota ini. Tapi berhubung tema-tema tersebut sudah terbilang basi maka lebih baik saya mup-on :-P Dan mup-on nya saya kali ini ingin membahas tentang kabar duka yang datang bulan ini. Siang hari tanggal 20 Oktober lalu, seorang teman menghubungi saya. Dengan suara bergetar beliau menyampaikan berita duka atas berpulangnya salah seorang alumni rohis SMA, mbak Musyaropah, di usianya yang ke-36. Inalillahi wa inailaihi rajiun. Mendengar berita tersebut perasaan langsung campur aduk. Sedi...

Bocah Lima Tahun Kami

Gambar
Di Milad ismail yang ke lima kali ini saya ingin mengabadikan story sederhana dari bocah pemilik senyuman khas ini, khas ompong :D Story ini berawal dari kebiasaan romantis si bocah sejak setahun lalu. Satu hari perjaka kecil ini menyodorkan tempat minum sekolahnya yg berisa air dan beberapa tangkai bunga. “flower for u mummy“ , ucapnya tanpa malu-malu dan tentu saya menyambutnya tanpa malu-malu juga. Ga tahu dia meniru dari mana adegan tersebut, yang saya tahu penggunaan sarana tempat minum tersebut dia tiru dari ibu saya yang sering merangkai bunga hidup di dalam pot berisi air Sebenarnya simple banget yang dilakukan ni bocah, tp efeknya cukup dahsyat (hallah diksinya). Hari itu mood saya jadi kece banget, selera mkn saya pun meningkat (lah ini mah emang demenan sy). Yang pasti saya jadi tau kalo bocah kecil ini menganggap saya spesial (ya iyelah..emaknya). Ternyaya eh ternyata, itu bukan terjadi pada hari itu saja. Setiap kali adnan mengajak ismail keliling...

Titip Rindu

Gambar
Sore itu Babonya bocils tampak antusias dari biasanya. Ya, kalau saya ada dalam posisinya tentu saya akan tampak sama antusiasnya. Setelah tepat dua tahun meninggalkan Sarajevo, akhirnya siang itu dalam beberapa jam kedepan dia akan kembali melepas rindu pada tanah kelahirannya. Tentu banyak hal yang dia rindukan dari Bosnia. Bahkan saya yang hanya sempat dua setengah tahun hidup di sana juga menyimpan benih-benih rindu yang jika terus dipupuk tentu akan tumbuh subur (oleh sebab itu saya tidak mau memupuknya, sebab kalau sudah subur jadi susah sendiri setelahnya :p). Jadi saya bisa membayangkan kerinduan macam apa yang kini dia rasakan. Dari kelezatan burek, udara segar khas perbukitan, bersepeda dan rafting bersama teman sejawat, mempunyai banyak lawan bicara menggunakan bahasa ibu, suasana ramai di  Baščaršija  kala summer , hingga bayangan euforia piala dunia membuatnya semakin bergairah untuk segera tiba di sana. Tapi saya tahu pasti, semua itu tentu tak seband...